Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
Institut Pertanian Bogor
Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer Sciences, www.ikk.fema.ipb.ac.id
Department of Family and Consumer Sciences, www.ikk.fema.ipb.ac.id
College of Human Ecology www.fema.ipb.ac.id
Bogor Agricultural University IPB www.ipb.ac.id
Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc
(www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www.Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id,sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor
Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin,
MSc
Ujang
Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.
Jakarta: PT Ghalia Indonesia.
Kuliah 1: Jumat Pagi, 19 Februari 2016
Kepribadian merupakan karakteristik psikologis yang paling dalam
jiwa seseoramg dan mereflesikan bagaimana seseorang bereaksi terhadap
lingkungannya (Schiffman dan Kanuk,
2000).
Kepribadian seseorang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan seseorang
yang dilakukan secara konsisten dalam hidupnya. walaupun kepribadian bersifat
permanen, namun kepribadian bukan berarti tidak berubah. Situasi dapat
menyebabkan seseorang mengubah kepribadian. Kondisi lingkungan fisik dan
lingkungan sosial juga erat kaitannya dengan pembentukan kepribadian seseorang.
Teori Kepribadian ada 3 yaitu Teori Freud, Teori Freud dan Pemasaran, dan Teori
Neo-Freud.
Dalam Teori Freud terdapat 3 unsur yang menjadi pondasi dasar
kepribadian seseorang. Adapun unsur tersebut antara lain unsur Id, Super ego, dan ego. unsur paling dasar yaitu unsur Id,
unsur Id bisa juga dikatakan unsur kebinatangan yaitu kebutuhan akan makan,
minum, tidur, bereproduksi dll. unsur superego adalah unsur yang membedakan
manusia dengan binatang, karena superego bekerja dengan sifat patuh peraturan
dan norma-norma. unsur yang terakhir adalah unsur ego, yaitu penyeimbang Id dan
superego yang disadari oleg yang bersangkutan.
Dalam teori Freud dan pemasaran, menjelaskan bahwa unsur id dalam
teori Freud sebagai salah satu cara dalam iklan. pemasar menggunakan
unsur-unsur id (berbau seksual) walaupun produk yang dipasarkan tidak ada
kaitanya dengan cara mereka memasarkan produknya. Orang-orang yang menolak
untuk menerima cara tersebut berusaha melakukan unsur ego, cara untuk
menyeimbangkan unsur id dengan unsur superego.
Studi kasus: Maraknya kasus LGBT sebagai fenomena yang terjadi di hampr
semua negara di dunia. Para pelaku LGBT menganggap bahwa itu sudah menjadi gaya
hidup yang berasal dari faktor genetik atau keturunan. Padahal, perilaku LGBT
bukan berasal dari keturunan dan bisa disembuhkan. Perilaku tersebut terjadi
karena kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara konsisten sehinga melekat kuat
dan membentuk suatu kepribadian. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa pelaku
LGBT yang berhasil sembuh dan normal. Untuk beberapa Negara perilaku tersebut
dinilai sangat buruk dan tidak sesuai dengan norma dan umtuk semua agama juga
melarang perilaku tersebut. Sedangkan untuk beberapa Negara perilaku tersebut
dapat diterima dengan alasan Hak Asasi Manusia.
