Kamis, 18 Februari 2016

SHEILA WULANDARI 




Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan 
Fakultas Ekonomi dan Pembangunan
www.fem.ipb.ac.id
Institut Pertanian Bogor 


Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer Sciences, www.ikk.fema.ipb.ac.id
College of Human Ecology www.fema.ipb.ac.id

 Bogor Agricultural University IPB www.ipb.ac.id


Prof Dr Ir UJANG  SUMARWAN, MSc 
(www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www.Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id,sumarwan@mb.ipb.ac.id) 
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc


 Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.



 
 Kuliah 1: Jumat Pagi, 19 Februari 2016

Kepribadian merupakan karakteristik psikologis yang paling dalam jiwa seseoramg dan mereflesikan bagaimana seseorang bereaksi terhadap lingkungannya (Schiffman dan Kanuk, 2000).

Kepribadian seseorang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan seseorang yang dilakukan secara konsisten dalam hidupnya. walaupun kepribadian bersifat permanen, namun kepribadian bukan berarti tidak berubah. Situasi dapat menyebabkan seseorang mengubah kepribadian. Kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial juga erat kaitannya dengan pembentukan kepribadian seseorang. Teori Kepribadian ada 3 yaitu Teori Freud, Teori Freud dan Pemasaran, dan Teori Neo-Freud. 

Dalam Teori Freud terdapat 3 unsur yang menjadi pondasi dasar kepribadian seseorang. Adapun unsur tersebut antara lain unsur Id, Super ego, dan ego.  unsur paling dasar yaitu unsur Id, unsur Id bisa juga dikatakan unsur kebinatangan yaitu kebutuhan akan makan, minum, tidur, bereproduksi dll. unsur superego adalah unsur yang membedakan manusia dengan binatang, karena superego bekerja dengan sifat patuh peraturan dan norma-norma. unsur yang terakhir adalah unsur ego, yaitu penyeimbang Id dan superego yang disadari oleg yang bersangkutan.

Dalam teori Freud dan pemasaran, menjelaskan bahwa unsur id dalam teori Freud sebagai salah satu cara dalam iklan. pemasar menggunakan unsur-unsur id (berbau seksual) walaupun produk yang dipasarkan tidak ada kaitanya dengan cara mereka memasarkan produknya. Orang-orang yang menolak untuk menerima cara tersebut berusaha melakukan unsur ego, cara untuk menyeimbangkan unsur id dengan unsur superego.

Studi kasus: Maraknya kasus LGBT sebagai fenomena yang terjadi di hampr semua negara di dunia. Para pelaku LGBT menganggap bahwa itu sudah menjadi gaya hidup yang berasal dari faktor genetik atau keturunan. Padahal, perilaku LGBT bukan berasal dari keturunan dan bisa disembuhkan. Perilaku tersebut terjadi karena kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara konsisten sehinga melekat kuat dan membentuk suatu kepribadian. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa pelaku LGBT yang berhasil sembuh dan normal. Untuk beberapa Negara perilaku tersebut dinilai sangat buruk dan tidak sesuai dengan norma dan umtuk semua agama juga melarang perilaku tersebut. Sedangkan untuk beberapa Negara perilaku tersebut dapat diterima dengan alasan Hak Asasi Manusia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar